Data agama penduduk Kota Tomohon 2025 menunjukkan Protestan sebagai agama mayoritas dengan 76.010 penganut dari total 104.260 jiwa. Katolik menempati posisi kedua dengan 24.140 penganut, lalu Islam dengan 3.986 jiwa mengikuti di posisi ketiga. Data ini termuat dalam Tabel 4.3.1 publikasi resmi BPS yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tomohon. Selain itu, statistik agama Tomohon 2025 mencakup penganut Buddha 83 jiwa, Hindu 32 jiwa, dan lainnya 9 jiwa.
Tomohon Utara menjadi kecamatan dengan penganut Protestan terbanyak, yakni 24.284 jiwa dari seluruh warganya. Kecamatan ini juga menjadi satu-satunya yang mencatat kategori agama lainnya sebanyak 9 jiwa. Sementara itu, Tomohon Selatan mencatat 19.134 penganut Protestan dari total 26.467 penduduknya. Dengan demikian, dua kecamatan ini bersama menyumbang lebih dari separuh total penganut Protestan di Kota Tomohon.
Tomohon Tengah mencatat 14.345 penganut Protestan dan 4.031 penganut Katolik dari total penduduknya. Berbeda dari kecamatan lain, Tomohon Barat mencatat proporsi Katolik tertinggi dengan 7.341 jiwa dibanding 10.205 Protestan. Tomohon Timur mencatat populasi terkecil dengan 8.042 Protestan dan 2.816 Katolik. Selanjutnya, sebaran agama Kota Tomohon ini mencerminkan identitas kota sebagai pusat kekristenan yang kuat di Sulawesi Utara.
Tempat ibadah Kota Tomohon 2025 didominasi gereja Protestan dengan total 122 unit yang tersebar merata di lima kecamatan. Data ini termuat dalam Tabel 4.3.2 yang bersumber dari Kementerian Agama Kota Tomohon secara resmi. Gereja Protestan Tomohon menjadi jenis fasilitas keagamaan paling banyak dibandingkan tempat ibadah lain mana pun. Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas ini secara langsung mencerminkan komposisi keagamaan warga kota ini.
Tomohon Selatan memimpin dengan 37 gereja Protestan dan 6 gereja Katolik, menjadi kecamatan dengan gereja terbanyak. Tomohon Utara menyusul dengan 29 gereja Protestan, 5 gereja Katolik, dan 2 vihara sebagai pelengkap. Sementara itu, Tomohon Tengah memiliki 25 gereja Protestan, 3 gereja Katolik, 1 masjid, dan 3 musala. Dengan demikian, tiga kecamatan ini menjadi pusat fasilitas ibadah Kota Tomohon 2025 yang paling lengkap dan beragam.
Tomohon Barat hanya mencatat 15 gereja Protestan dan 2 gereja Katolik tanpa masjid maupun musala sama sekali. Tomohon Timur memiliki 16 gereja Protestan, 3 gereja Katolik, dan 1 musala yang melayani warganya. Selain itu, secara keseluruhan Kota Tomohon memiliki 4 masjid, 5 musala, 19 gereja Katolik, dan 2 vihara. Menariknya, tidak ada pura yang tercatat di satu pun kecamatan dalam data keagamaan Tomohon BPS ini.
Kerukunan umat beragama Tomohon tercermin nyata dari berbagai tempat ibadah yang berdampingan di seluruh kecamatan. Masjid dan musala hadir di tengah dominasi gereja tanpa gesekan yang berarti dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, vihara di Tomohon Utara berdiri sebagai bukti nyata bahwa kota ini merangkul semua penganut agama. Oleh karena itu, Tomohon layak menjadi contoh kota toleransi yang hidup dan berfungsi baik di Sulawesi Utara.
Total 104.260 jiwa penduduk Kota Tomohon menganut enam agama yang berbeda secara damai dan rukun. Proporsi Protestan yang mencapai 72,9 persen tidak membuat kelompok kecil merasa tersingkir dari kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, kehadiran 4 masjid dan 5 musala memastikan warga Muslim tetap mendapat tempat ibadah yang layak. Dengan begitu, data agama penduduk Kota Tomohon 2025 bukan sekadar angka, melainkan cerminan harmoni nyata yang harus terus dijaga.
