Jumlah Warga Luar ke Bolmong Meningkat, ORP Capai 829

0
209
Jumlah Warga Luar ke Bolmong Meningkat, ORP Capai 829
ORP di Bolmong Capai 829
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus melakukan pencegahan terkait merebaknya virus corona di sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa langkah diambil Pemerintah Daerah, yakni melakukan pendataan notifikasi status orang dalam pengawasan (ODP) , dan pasien dalam pengawasan (PDP) serta jumlah orang yang memiliki riwayat perjalanan (ORP).

Ironisnya, jumlah warga dari luar daerah yang masuk Bolmong cukup banyak. Data yang dihimpun Dinkes Bolmong sejak bulan Maret, sampai Minggu 12 April 2020, mencapai 829 orang yang berstatus ORP.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Bolmong Yusuf Detu membenarkan hal tersebut.

“Terjadi lonjakan sangat besar diawal bulan April,” akunya, Minggu (12/4/2020).

Dia mengungkapkan, lonjakan itu terjadi karena banyak warga Bolmong yang kembali dari luar daerah.

Dijelaskannya, ORP ini terbanyak adalah mahasiswa dan para pekerja yang hendak menghindar dari wabah. 

“Seperti mahasiswa kuliah dari luar dan juga pekerja yang kembali saat ditetapkan libur oleh pemerintah,”kata Detu.

Menurutnya, warga dengan status notifikasi orang riwayat perjalanan berpeluang menjadi ODP.

“Kalau mereka menunjukkan rasa sakit, otomatis bakal jadi ODP,” kata dia.

Sebelummya, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, mengeluarkan surat edaran bernomor 800/setdakab/09/78/IV/2020, yang mengatur pembatasan mobilitas orang dan kendaraan di perbatasan Kabupaten Bolmong dan Minahasa Selatan (Minsel). Urat edaran ini mulai berlaku Kamis (9/4/2020). 

Diterapkannya pembatasan di jalur perlintasan ini merupakan antisipasi Pemkab Bolmong terhadap penyebaran Covid-19 dari Manado, yang sudah ditetapkan sebagai daerah transimisi lokal penyebaran Covid-19.

Sekertaris daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, di perbatasan Bolmong telah didirikan Pos jaga. Pos diisi oleh 20 orang, terdiri dari tenaga medis, polisi, TNI serta petugas lainnya.

“Pos ini akan beroperasi selama 1 kali 24 jam,” katanya.

Ditambahkan, tenaga kesehatan di Puskesmas Poigar akan ditopang Puskesmas sekitar. Pos tersebut juga terhubung dengan para sangadi di desa.

“Para camat saya minta koordinasi dengan sangadi, untuk menyiapkan tenaga guna membantu pos,” imbuh Tahlis.

Asisten 1 Sedakab Bolmong Dekker Rompas mengatakan, para petugas pos akan dibagi beberapa shift.

“Mereka akan jaga bergantian sesuai shift,” ujarnya.

Dikatakan pula, pihaknya menyiapkan fasilitas parkir kendaraan untuk menghindari kemacetan. Fasilitas mck juga disiapkan bagi petugas dan pelintas.

“Semua kebutuhan kita siapkan,” sebut Dekker.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here