Waw! Rujak Cocok Hitz Peroleh Omzet 3 Juta Perhari

0
176
Waw! Rujak Cocok Hitz Peroleh Omzet 3 Juta Perhari
Sumarni pemilik usaha Rujak Cocol Hitz/Foto: me2t

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Para pencinta kuliner di Kota Kotamobagu pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Rujak Cocok Hitz. Usaha rumahan yang dikelolah oleh Sumarni Manoppo (32) warga RT 18 Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat ini ternyata sangat diminati oleh masyarakat Kotamobagu.

Usaha Rujak Cocok Hitz ini dirintisnya mulai awal tahun 2017 lalu dan mempekerjakan 10 karyawan yang rata-rata merupakan ibu-ibu rumah tangga disekitar tempat tinggalnya.

“Usaha Rujak Cocol ini saya rintis pada tahun 2017, awalnya saya memperkerjakan 10 orang dan dalam sehari bisa menjual habis sampai 400 bungkus,” ungkap Sumarni.

Dia menuturkan, awal terfikir untuk membuat rujak ini saat dirinya sedang liburan ke Pantai Ambon dan di pantai tersebut ada yang menjual Rujak yang bernama  Rujak Natsepa.

“Rujak Natsepa itu di jualbelikan di pinggiran Pantai Ambon. Karena rasanya enak dan sangat banyak diminati pengunjung, sayapun kemudian terpikir untuk mencoba membuat rujak ini di rumah dengan tampilan dan cara penyajian yang berbeda,” tuturnya.

Tapi menurutnya, ketika usahanya sudah mulai dikenal oleh masyarakat Kotamobagu, dirinya sempat istirahat berjualan, karena usia kandungannya sudah memasuki masa melahirkan.

“Sekitar 4 bulan saya tidak berjualan, dan akhirnya kembali membuat Rujak Cocol karena permintaan konsumen dan beberapa langganan yang datang silih berganti. Alhamdulillah, awal April Rujak Cocol Hitz kembali ada dan perharinya bisa laku 100-200 bungkus, pendapatan saya sekitar Rp 3 Juta perharinya,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, harga Rujak ini berfariasi harganya. Rujak Cocol dihargai Rp 13.000 dan Rujak Campur Rp 15.000 per bungkus. Rujak Cocol Hitz milik Sumarni ini juga merupakan Rujak Cocol pertama yang di perjualbelikan di Kota Kotamobagu dan akhirnya saat ini sudah banyak usaha-usaha rumahan Rujak Cocol yang mengikuti jejaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu Siti Rafiqa Bora sangat mendukung usaha-usaha yang dikembangkan oleh para ibu-ibu di Kotamobagu. “Ini buktinya bahwa wanita-wanita di Kotamobagu bisa juga bersaing dengan pria dalam bidang usaha. Kedepan kita akan turun mengunjungi usaha-usaha rumahan yang dikelola oleh ibu-ibu dan kita akan memberikan bantuan, pelatihan, hingga pendampingan untuk mempromosikan produksi-produksi mereka,” ujar Rafiqa. (me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here