Kesehatan dan Pendidikan Skala Prioritas Pemkot Kotamobagu

0
227
Penangkapan Auditor BPK Oleh KPK Tak Berpengaruh untuk Kotamobagu
Sekkot Kotamobagu Tahlis Gallang
Advertisement

BOLMORA, KOTAMOBAGU—Bidang Kesehatan dan Pendidikan menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Pada tahun ini, dua program skala prioritas itu terus digenjot untuk direalisasikan. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Tahlis Gallang, Rabu (5/4/2017), saat ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan, kebijakan strategis Pemkot Kotamobagu lebih diutamakan pada peningkatan pelayanan medis dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Paling utama bidang kesehatan, saat ini sedang dipacu penyelesaian infrastruktur rumah sakit untuk diselesaikan tahun ini juga. Termasuk pengadaan meubiler dan pengadaan perlengkapan lainnya. Ditargetkan tahun depan sudah mulai beroperasi, itu yang paling mendesak,” ujar Tahlis.

Untuk program priotas selanjutnya bidang pendidikan. Pemkot sedang giat-giatnya mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Kotamobagu.

“Pemkot berencana membangun Politeknik, tapi sampai sekarang belum keluar rekomendasi dari Kementrian. Olehnya, Pemkot fokus dulu pada perguruan tinggi yang ada sekarang. Minimal kelayakannya sudah terjamin, seperti pengelolaan UDK yang akan dikelola Pemkot Kotamobagu,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan program tersebut, pada tahun 2017 ini Pemkot menyiapkan lokasi untuk pembangunan gedung UDK. Karena lokasi yang ada saat ini sudah tidak representatif.

“Tahun ini targetnya sampai pada APBD-P untuk pengadaan lokasi. Dan tahun depan fokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur perkuliahan. Kalau pembebasan lahanya sudah selesai, DED juga akan disiapkan tahun ini. Lokasinya direncanakan akan dipindah, di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat,” jelas manatan Sekda Bolsel ini.

Dikatakn juga, untuk program lain Pemkot tinggal merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD).

“Untuk yang lain tinggal memenuhi indikator di RPJM. Seperti di bidang pertanian, sudah hampir terpenuhi indikatornya. Jika dilihat, sudah 90 persen. Jadi tinggal memenuhi RPJM,” pungkasnya.(me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here