BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan reses masa sidang I di tahun 2022.
Reses ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing oleh pimpinandan anggota DPRD Provinsi Sulut ini dilaksanakan sejak 21-29 Maret 2022.
Menurut Ketua DPRD Provinsi Suut Fransiscus Andi Silangen, reses yang tujuannya untuk menyerap aspirasi di tengah masyarakat merupakan tanggung jawab para anggota DPRD sebagai wakil rakyat setiap tahun, guna menjemput aspirasi konstituen.
“Masa reses merupakan masa di mana para anggota DPRD bekerja di luar gedung, guna menjumpai konstituen di dapil masing-masing, dalam rangka menjaring dan menampung aspirasi konstituen, serta melaksanakan fungsi pengawasan,” ungkap Fransiscus, saat menggelar reses di beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Dalam reses kali ini, Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen mengunjungi Kantor Kapitalaung (Kepala Desa) di Kampung Lahopang Kecamatan Siau Timur. Kemudian pada Sabtu (26/3/2022), dilaksnakan di Kelurahan Paniki, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Sitaro, dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang masih mengeluhkan soal perbaikan dan pengembangan infrastruktur jalan serta jembatan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulut), yang sampai saat ini belum terealisasi.
Di kesempatan itu, Fransiscus menyampaikan maksud dan tujuan reses serta memberikan kesempatan bagi peserta reses untuk menyampaikan apa yang menjadi usulan.
“Apa yang menjadi usulan-usulan dari masyarakat peserta reses akan menjadi pokok pikiran kami sebagai wakil rakyat di DPRD,” ujarnya.
Sama halnya dengan reses oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay, yang dilaksanakan di kantor Kelurahan Lapangan, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Masyarakat yang tinggal di sekitar Bandara mengeluhkan sejumlah masalah.
“Ini sangat memprihatinkan. Akan kami tindak lanjuti dan panggil hearing Perum Angkasa pura bersama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas perhubungan,” ucapnya.
Di reses Ketua Bapemperda Careig N Runtu (CNR), di Desa Kembes Minahasa, sejumlah aspirasi diterima. Yakni soal jalan di Kembes 2 yang diadukan warga belum diperhatikan. Kemudian masalah BPJS, keluhan dana untuk pilhut, soal pupuk dan terkait minyak goreng.
CNR menekankan bahwa dirinya datang bertemu warga karena bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat di daerah pemilihan (dapil).
“Aspirasi yang menjadi domain provinsi akan kami teruskan. Tapi juga kami koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait aspirasi dan akan disampaikan,” ujarnya.
“Saya datang bertatap muka untuk mendengar apa yang jadi harapan, masukan dari masyarakat Tombulu khususnya di Desa Kembes,” sambung CNR.
Wakil Ketua Komisi 1, Herol V Kaawoan (HVK) melaksanakan reses di Desa Talikuran Kecamatan Remboken, Desa Kapataran Kecamatan Lembean Timur Minahasa.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan input ke aplikasi sistem informasi pembangunan daerah (SIPS) untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulut untuk ditindak lanjuti bersama stakeholder,” ucapnya.
Anggota DPRD Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang menggelar reses di Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, juga menerima berbagai aspirasi.
“Saya akan membawa aspirasi-aspirasi masyarakat ke gedung DPRD dan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Saya akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah,” tandasnya.
Anggota DPRD Sulut dapil Minahasa Utara Johny Panambunan juga menerima aspirasi warga Desa Sawangan dan Tanggari, Kecamatan Airmadidi.
Aspirasi yakni soal pembangunan fasilitas akses jalan menuju lokasi Waruga, pelayanan ke masyarakat agar ditingkatkan, pengadaan lampu penerangan, jalan lingkar, pembuatan talud.
“Intinya, semua aspirasi telah direkam dan ditampung. Selain itu, ada juga aspirasi yang diluar tugas Komisi I DPRD Sulut, tapi tak mengapa, pastinya sebagai wakil rakyat saya akan memperjuangkannya lewat lintas komisi dan lintas fraksi,” tandasnya.
Di dapil Minahasa Selatan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene jemput aspirasi di Desa Mopolo Esa.
Persoalan yang sangat mendesak disampaikan masyarakat yakni ruas jalan Mopolo-Powalutan yang sangat rawan bencana tanah longsor khususnya di titik Walepongkor. Selain itu juga warga keluhkan soal aktivitas PETI dan terkait pendidikan.
Runtuwene berjanji akan memperjuangkan hal tersebut melalui instansi terkait. Apalagi menyangkut masalah infrastruktur yang merupakan domain komisi III.
Di dapil Bolmong Raya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut, Raski Mokodompit reses di Desa Tadoy, Kecamatan Bolaang Timur, Bolmong.
Pertama, pemerintah dan masyarakat Desa Tadoy berterima kasih dengan adanya pembangunan sarana umum berupa pemasangan jalan paving blok. Di mana jalan yang rusak parah ini dan di dalamnya ada Pondok Pesantren, akhirnya sudah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi dalam 2 tahun terakhir ini.
“Kedua, masyarakat juga mempertanyakan langkanya bibit jagung. Kiranya ini bisa mendapat perhatian serius dari dinas terkait,” pungkasnya.
Adapun anggota DPRD Sulut lainnya yang berasal dari Dapil Bolmong Raya, yakni Yusrah Alhabsyi, juga melaksanakan reses di Desa Bilalang III dan Desa Nonapan II. Di reses ini, ada banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Ada banayakaspirasi yang disampaikan masyarakat. Ini membuat saya harus bekerja keras untuk memperjuangkannya,” cetus Yusrah.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu, saat turun melakukan monitoring kegiatan reses para anggota DPRD Sulut menyampaikan pihaknya sangat mensuport keuangan dan administrasi pelaksaaan reses.
Diketahui, pada pelaksanaan reses di triwulan pertama tahun 2022 ini, selain dihadiri masyarakat atau konstituen, juga dihadiri aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.
(Advertorial/Gnm)
