6 Galon Miras Cap Tikus Diamankan Tim Polres Boltim Saat Menggelar Razia di Kotabunan

0
38
6 Galon Miras Cap Tikus Diamankan Tim Polres Boltim Saat Menggelar Razia di Kotabunan
Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK saat menggelar konferensi pers. Selasa (23/3/2021).
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLTIM — Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali mengungkap kasus peredaran Minuman Keras (Miras) tanpa izin. Kali ini peredaran miras yang berhasil diamankan, berasal dari wilayah Kecamatan Kotabunan.

Razia miras yang dipimpin oleh Kanit Opsnal Reskrim Polres Boltim, Alen D Kumajas pada Sabtu (20/03/2021) lalu berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial JM (penjual miras) serta barang bukti 6 gallon Miras jenis Cap Tikus yang siap dijual eceran.

Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK dalam konferensi persnya, Selasa (23/03/2021) mengatakan, operasi berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat saat anggota Tim Polres sedang melaksanakan patroli berskala besar.

“Hari Sabtu, Sekitar pukul 01.30 WITA, anggota kami mendapatkan informasi bahwa di Kotabunan Selatan ada seorang warga yang mengedarkan miras jenis Cap Tikus tanpa disertai dengan dokumen izin yang sah,” ungkap Kapolres.

Berdasarkan informasi itu, Satreskrim yang dipimpin Kanit Opsnal Reskrim Polres Boltim, Aipda Alen D Kumajas bersama anggota lainnya langsung menuju ke TKP.

“Setelah tim tiba di TKP, tim mendapati 6 galon Cap Tikus yang kadar alkoholnya 40 persen, di kediaman saudara JM. Sehingga saudara JM berikut dengan barang bukti langsung diamankan ke Polres Boltim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” jelas AKBP Halid.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saudara JM, lanjut kapolres, bahwa yang bersangkutan telah melakukan aktivitas pengedaran miras cap tikus ini sudah berlangsung sekitar 9 bulan.

“Hasil ataupun keuntungan yang diperoleh dari penjualan miras ini digunakan untuk membiayai kehidupan dan keluarganya setiap hari,”ujarnya.

“Yang bersangkutan, kita kenakan peraturan daerah Sulawesi Utara (Sulut) pasal 32 ayat 1 peraturan daerah nomor 4 tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan minuman keras di wilayah provinsi Sulut dengan ancaman atau sanksi 3 bulan kurungan dan denda sebesar 50 juta Rupiah,”imbuhnya. 

(Ayax Vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here