Antisipasi Penculikan Anak, Pemkot Kotamobagu Akan Bentuk Format Kerja Satpol-PP
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Isu penculikan anak merebak di Kota Kotamobagu, bahkan secara umum di Indonesia selang sepekan ini. Walaupun belum ada pelaku yang tertangkap oleh pihak Kepolisian, namun orang tua diminta tidak lalai.
Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, yang ditemui usai upacara peringatan HUT Satpol-PP, Damkar dan Linmas, kepada sejumlah awak media mengatakan, terkait kasus penculikan anak yang belakangan merebak di seluruh Indonesia dan sudah sangat meresahkan masyarakat, pihak Pemkot sendiri akan segera menindak lanjutinya.
“Hal ini akan kita antisipasi dengan membentuk sebuah format kerja Satpol-PP dan Linmas untuk lebih memperketat pengawasan dan penjagaan di lingkungan masing-masing. Jangankan malam, siang pun harus diperketat,” ujar Tatong.
Hal tersebut menjadi bahasan di tingkatan pemerintah, bukan hanya Satpol-PP dan Linmas, tapi seluruh lurah dan sangadi harus waspada.
“Orang tua juga harus lebih meningkatkan pengawalan dan pengawasan tentang keberadaan anak, terutama diusia yang rentan seperti Paud, Tk dan SD. Pada saat pulang sekolah harus dipastikan dan diyakinkan bahwa anak dalam keadaan aman, jangan lalai. Demikian juga di rumah ketika hendak bermain, anak-anak harus tetap diawasi,” imbaunya.
Pun demikian dengan Jull Takaliuang, Ketua Komda Perlindungan Anak Sulawesi Utara, ketika dihubungi awak media.
Menurut Jull, pemerintah harus menggalakkan kembali sistem Poskamling atau sejenisnya di setiap lingkungan atau kelompok kecil komunitas. Demikian pula inisiatif murni dari masyarakat diharapkan dapat dilakukan untuk mencegah aksi-aksi jahat yang mengincar anak-anak dengan berbagai iming-iming.
“Ancaman keselamatan anak-anak ini harus disikapi cepat dan tepat oleh pemerintah, sebagai wujud kepedulian untuk menyelamatkan generasi penerus dari berbagai trauma yang muncul akibat hal-hal buruk yang dialami mereka,” jelas Jull.(me2t)



