✨Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

Jagad

Historic Jeddah Diserbu Lebih dari 1 Juta Pengunjung di Pekan Pertama Ramadan

Kawasan Historic Jeddah mencatat lonjakan spektakuler selama Ramadan. Dalam sepekan, lebih dari satu juta orang memadati Al-Balad, menikmati perpaduan warisan budaya, wisata religi, dan festival malam yang memukau.

Historic Jeddah langsung menjelma pusat keramaian Kota Jeddah saat Ramadan dimulai. Data resmi menunjukkan lebih dari satu juta pengunjung memadati kawasan ini hanya dalam minggu pertama.

Arus manusia mengalir dari Bab Makkah hingga ke gang-gang kuno Al-Balad. Lentera Ramadan menggantung di setiap sudut, memancarkan cahaya hangat yang menghidupkan bangunan berusia ratusan tahun.

Lonjakan ini menegaskan posisi Historic Jeddah sebagai destinasi unggulan Ramadan di Arab Saudi.

Festival dan Atraksi Hidupkan Al-Balad

Agenda kegiatan yang dikelola Benchmark Company menggerakkan denyut kawasan bersejarah ini. Mereka mengubah alun-alun dan lorong menjadi ruang interaksi yang semarak.

Stan Ramadan berjejer rapi. Pedagang menawarkan makanan tradisional, minuman khas, hingga kerajinan tangan lokal. Pengunjung berjalan santai, menikmati atmosfer religius sekaligus nuansa budaya Hijaz yang kental.

Suasana Ramadan di Jeddah terasa autentik. Musik tradisional, aroma rempah, dan percakapan hangat menyatu dalam satu pengalaman.

Arsitektur Bersejarah Jadi Daya Tarik Utama

Bangunan Batu Karang dan Rawasheen Ikonik

Keindahan Historic Jeddah tidak hanya terletak pada keramaiannya. Bangunan batu karang dengan jendela kayu berukir, atau rawasheen, memikat perhatian wisatawan.

Beberapa struktur ini telah berdiri lebih dari lima abad. Cahaya lampu tradisional menyoroti detail arsitektur, mempertegas status kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Museum dan Rumah Tua Dipadati Pengunjung

Beit Nassif, Beit Al Matbouli, dan Beit Zainal menjadi destinasi favorit. Wisatawan lokal dan mancanegara mengantre untuk menyaksikan perpaduan unik batu karang dan kisi kayu khas Hijaz.

Pengelola menerapkan panduan digital dan sistem manajemen keramaian modern. Langkah ini menjaga arus pengunjung tetap tertib meski jumlahnya membludak.

Souq Tradisional dan Kuliner Perkaya Pengalaman

Wisatawan yang datang ke Historic Jeddah juga memburu pengalaman belanja di Souq Al Alawi dan Souq Qabil.

Pasar ini menjual rempah-rempah, parfum oriental, tekstil, dan produk kerajinan tangan. Aktivitas tawar-menawar menambah warna khas pasar tradisional Arab.

Kafe dan restoran heritage melengkapi pengalaman Ramadan di Jeddah. Mereka menyajikan hidangan tradisional dan minuman khas berbuka dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Titik Temu Sejarah dan Modernitas

Pada malam Ramadan, Historic Jeddah memadukan masa lalu dan masa kini secara harmonis. Kawasan ini menjaga identitasnya sekaligus memperkuat posisi Jeddah di peta wisata budaya Arab Saudi.

Lonjakan pengunjung membuktikan bahwa warisan budaya tetap relevan di era modern. Dengan pengelolaan profesional dan sentuhan teknologi, Al-Balad terus menarik generasi baru tanpa kehilangan jiwanya.

Historic Jeddah bukan sekadar kawasan tua. Ia adalah simbol hidup sejarah, budaya, dan spiritualitas yang bersinar terang setiap Ramadan.

Embarkasi Haji Gorontalo Dipercepat, Jamaah Ditargetkan Terbang Langsung ke Jeddah

Via
Q-Bek Bolmora
Source
saudigazette

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button