ASN Melepas Bupati dan Wabup Boltim Diakhir Masa Jabatan

0
ASN Melepas Bupati dan Wabup Boltim Diakhir Masa Jabatan
Bupati Sehan Landjar saat menyampaikan sambutan

BOLMORA.COM, BOLTIM – Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2016-2021, Sehan Landjar dan Rusdi Gumalangit dilepas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) pada akhir masa jabatan.

Pelepasan Bupati dan Wabup tersebut, bertempat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Boltim, Selasa (16/2/2020).

Pada acara yang penuh rasa haru ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Sonny Warokka menyampaikan kesan-kesan mewakili ASN, menyampaikan bahwa, ini sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, karena selama 10 tahun bersama begitu banyak hal yang menarik, sebagai pengalaman yang bermanfaat bagi kami dalam melaksanakan tugas.

“Pak Sehan tidak pernah berhenti bagaimana membangun Boltim, bahkan bagaimana membangun Indonesia dan selalu menciptakan ide-ide brilian yang berskala Nasional, sehingga bisa membuka wawasan Kami selaku pembantu Bupati dan Wabup dalam melaksanakan tugas Pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan untuk pelayanan publik,” kata Warokka.

Lanjut Sekda, Pak Sehan luar biasa, punya ketajaman dalam menganalisis persoalan, meramu bahkan mengambil kebijakan dalam pelaksanaan. Sering kami kewalahan mengikuti kecepatan irama Pak Sehan baik berpikir maupun pelaksanaan dilapangan, dan pada intinya harus dilaksanakan.

“Terima kasih Pak, telah memberikan semangat dan motivasi bagi Kami ASN, sehingga Saya dan teman-teman selalu bekerja penuh semangat sesuai kemampuan yang Kami miliki untuk membangun Boltim yang Kita cintai,” terang Sekda.

Sementara yang mewakili tokoh Masyarakat Nus Mokoginta, juga menyampaikan kesan bahwa Sehan Landjar adalah sosok pemimpin yang sederhana dan selalu memperhatikan rakyat kecil yang kurang mampu, ringan tangan untuk memberi, itu sudah jadi kebiasan Eyang (Sapaan akrab Bupati) sejak dulu.

“Kata perpisahan atau pelepasan hanya berlaku secara protokoler bagi ASN dan struktur pejabat Pemda, tetapi tidak bagi Masyarakat Boltim yang telah menyatu secara emosional,” kata Nus Mokoginta yang mewakili tokoh masyarakat ini.

Selanjutnya, Sehan Landjar dalam sambutanya menyampaikan, selama 10 tahun memimpin Boltim mulai dari periode pertama sampai periode kedua begitu banyak tantangan bagi seorang Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan, kalau di ceritakan membutuhkan waktu. Tetapi prinsipnya semua ini dapat lalui dan selesaikan walaupun belum sempurna.

“Ada satu yang belum dapat terwujud selama di masa kepemimpinan Saya, yakni Tempat Pembiangan Akhir (TPA) yang masih terkendala dengan lahan dalam menentukan dan memperoleh lahan harus sesuai dengann RTRW, mudah-mudahan tahun ini akan terealisasi,” jelas Sehan.

Lanjut dia, selama sepuluh tahun memimpin tentu banyak kelemahan dan kekurangan yang ia lewati.

”Pada kesempatan ini saya minta maaf kepada Meidy Lensun dan Rusdi Gumalangit selama mendampingi saya, sebagai manusia biasa tidak ada yang sempurna. Sekali lagi saya minta maaf kepada semua pihak, kepada legislatif, forkompimda, Sekda dan jajaran serta seluruh ASN, Masyarakat, dan kepada wartawan tarima kasih atas kerja sama dan sinergitas selama ini, tetap semangat dalam mengemban dan melaksanakan tugas-tugas kedepan,” kata Sehan

“Semoga pandemi Covid-19 di Daerah kita akan makin menurun kasus terkonfirmasi, karena akan berdampak terhadap ekonomi kepada masyatakat,” tutup Bupati dua periode ini.

Diketahui, usai acara perpisahan, di lanjutkan dengan acara pelepasan secara Adat kepada Bupati dan Wakil Bupati oleh pemangku Adat.

Hadir dalam acara pelepasan tersebut, eselon II dan III, Ketua dan Wakil Ketua dan Anggota DPRD Boltim, Kapolres Boltim, Dandim 1303 Bolmong, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kemenag Boltim, Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus serta para Camat, dan tetap malakukan protokol kesehatan.

(Ayax Vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here