Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 yang Dipimpin Sekdaprov Hasilkan Beberapa Poin Strategi Antisipasi Varian Omicron

0
480
Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 yang Dipimpin Sekdaprov Hasilkan Beberapa Poin Strategi Antisipasi Varian Omicron
Tampak suasana rapat evaluasi (Sumber Foto: Diskominfo Provinsi Sulut)
Advertisement

BOLMORA.COM, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan evaluasi terhadap langkah penanganan Covid-19 selama tahun 2021. Hal itu tercermin dalam rapat evaluasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Asiano Gamy Kawatu, didampingi Asisten I Setdaprov Denny Mangala.

Rapat evaluasi yang digelar di ruang F.J. Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulut, Rabu (5/1/2022), yang juga membahas pemantapan kebijakan upaya penaganan dan pegendalian Covid-19 tahun 2022 ini, turut dihadiri unsurFokopimda dan parakepala organisasidaerah (OPD).    

Dalam arahannya, Sekdaprov menyebut bahwa rapat evaluasi tersebut juga merupakan langkah antisipasi varian Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron di Sulut.

“Kita juga perlu untuk terus melakukan sosialisasi 5M dan program vaksinasi kepada masyarakat. Demikian juga kepada pemerintah kabupaten/kota, harus terus diingatkan, termasuk dalam persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, lewat pemberian vaksin bagi anak usia 6-11 tahun,” terangnya.

Adapun beberapa hal yang menjadi hasil rapat tersebut antara lain, menyiapkan laporan evaluasi penanganan Covid-19 tahun 2021 Pemprov Sulut, yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, serta menerapkan langkah-langkah antisipatif gelombang ketiga Covid-19 dengan mengacu pada instruksi Mendagri.

“Hasil rapat akan kita laporkan kepada pimpinan, dalam hal ini bapak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wakil Gubernur Steven Kandouw, lalu kemudian akan diteruskan kepada jajaran Forkopimda yang menjadi bagian Satgas Covid-19,” pungkas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Debby Kalalo, dalam laporannya memaparkan sejumlah hal terkait evaluasi penanganan Covid-19 tahun 2021 di Sulut, mulai dari tren pertambahan kasus, tren keterisian ruang rawat inap, hasil screening, hingga capaian kumulatif vaksinasi Covid-19, yang diakhir tahun 2021 berada di atas 70 persen.

Selain itu, dijabarkan 8 poin strategi antisipasi varian Omicron yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, antara lain:

1. Penerapan protokol kesehatan 5M, utamanya penggunaan masker dan menghindari kerumunan
2. Pengetatan kedatangan dari luar negeri dan himbauan untuk tidak bepergian ke luar negeri
3. Penegakkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi
4. PPKM berbasis level dan mikro
5. Kesiapan rumah sakit dan tempat isolasi terpusat
6. Mengintensifkan tracing dan testing
7. Mempercepat capaian vaksinasi
8. Mempercepat riset Omicron.

Dalam rapat ini juga disampaikan sejumlah laporan, saran dan masukan dari beberapa pihak terkait, seperti unsur Forkopimda maupun para kepala OPD di lingkup Pemprov Sulut.

Terkait antisipasi Omicron, ada satu hal penting yang dikemukakan oleh juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut Steven Dandel, yakni terkait narasi yang menyebut bahwa Omicron lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian lain tapi tidak terlalu mematikan.

“Hal ini yang perlu kita seriusi. Mari kitasama-sama memberikan edukasi ke masyarakat untuk menghilangkan narasi itu, jangan lagi dipakai,” pintanya.

Dandel mengungkapkan, narasi tersebut bisa berdampak negatif, karena dapat menimbulkan sikap acuh di kalangan masyarakat bilamana nanti diterapkan kembali PPKM sebagai langkah antisipasi gelombang ketiga Covid-19, utamanya varian Omicron.

Menanggapi hal tersebut, Sekdaprov Asiano Gammy Kawatu menyebut bahwa apa yang dijelaskan Dandel merupakan hal yang tepat, guna mendukung upaya pemerintah dalam melakukan edukasi maupun memberi imbauan kepada masyarakat terkait antisipasi Omicron kedepannya.

Kawatu kemudian menjelaskan pentingnya koordinasi, sinkronisasi, validasi dan aktualisasi data terkait penanganan Covid-19 khususnya terkait data vaksinasi.

“Di tahun 2022 ini kita akan menjalankan 8 poin strategi arahan Mendagri, guna mengantisipasi lonjakan varian Omicron yang diprediksi terjadi pada akhir Januari atau awal Februari nanti,” cetusnya.

(dkips/ik)

Editor: Gun Mondo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here