Dampak Banjir dan Longsor di Manado, 5 Orang Meninggal, 1 Dinyatakan Hilang, 500 Orang Mengungsi

0
154
Dampak Banjir dan Longsor di Manado, 5 Orang Meninggal, 1 Dinyatakan Hilang, 500 Orang Mengungsi
Tampak banjir di salah satu wilayah Manado
Advertisement

BOLMORA.COM, MANADO – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) merilis data terbaru terkait penanganan banjir dan longsor di Kota Manado, Sulut (Sulawesi Utara), yang terjadi pada Sabtu (16/1/2021).

Berdasarkan data, tercatat jumlah korban meninggal mencapai 5 orang, dan 1 orang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menuturkan, tercatat ada 500 orang mengungsi akibat banjir dan longsor di Manado.

“Data saat ini ada sebanyak 10 kecamatan terdampak, 500 orang mengungsi. Hingga saat ini, BPBD Manado masih sedang melakukan kajian cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI-Polri, masyarakat dan relawan,” ungkap Raditya, dalam konferensi pers, Minggu (17/1/2021).

Dilaporkan juga, ada 12 unit rumah warga rusak. Rinciannya tersebar di 10 kecamatan, yakni Tilaka, Paal Dua, Malalayang, Sario, Bunaken, Tuminting, Mapanget, Tikala, Singkil dan Kecamatan Wenang.

“12 unit rumah rusak (2 rusak berat, 10 rusak sedang). Saat ini di beberapa wilayah tinggi air masih mencapai  50-300 centimeter. BPBD Manado telah melakukan penanganan sementara kepada para pengungsi dengan membagikan makanan siap saji,” ujarnya.

Sebelumnya, BNPB mengungkapkan  jika Kota Manado berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, hingga Februari 2021.

Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk.

(Tim Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here