Kenaikan UMP di Kotamobagu Sesuai Kemampuan Perusahaan

0
9
Imran Golonda, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu

BOLMORA.COM ,KOTAMOBAGU — Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditanda tangani oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu menjadi Rp3 juta lebih menjadi polemik di wilayah Kotamobagu. Pasalnya, ada perusahaan yang mampu membayar sesuai penerapan UMP 2020 ini, ada juga perusahaan yang tidak bisa menerapkan UMP tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Kotamobagu, Imran Golonda.

“UMP di Provinsi tahun ini mencapai Rp3 juta lebih. Di Kotamobagu ini ada perusahaan yang mampu ada yang tidak,” kata Imran, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penerapan UMP di Kotamobagu belum bisa dilakukan secara merata. Karena, ada perusahaan-perusahaan yang mengeluh tidak bisa menerapkan UMP terbaru di 2020 ini.

“Kalau kita mengikuti UMP mereka mengeluh. Supaya mereka tidak bangkrut, mereka menyesuaikan dengan kemampuan. Kita tidak bisa memaksakan,” ujarnya.

Selain itu, kata Imran, sistem kerja yang ada di wilayah Kotamobagu ini juga bervariasi. Ada yang dibayar perhari dan ada pula yang dibayarkan perminggu.

“Salah satu contoh itu ada perusahaan. Dia pembayarannya itu dilakukan perminggu. Nah kita menyesuaikan dengan kondisi perusahaan mereka,” tutupnya.

(Me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here