Kekerasan Terhadap Perempuan Jadi Perhatian Bupati Bolmong

0
272
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Poigar yang berujung korban dirawat di Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang mendapat perhatian Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow
Advertisement

BOLMORA.COM BOLMONG – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Poigar yang berujung korban dirawat di Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang mendapat perhatian Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bolmong Farida Mooduto, Bupati Bolmong meminta harus benar-benar mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Ibu Bupati minta kami kawal kasus ini,”katanya, sembari mengatakan permintaan yang sama juga datang dari Sekertaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang.

Dikatakannya, kasus penganiayaan tersebut memang mendapat perhatian luas. Pihak DP3A Pemprov Sulut, sejumlah LSM hingga sebuah organisasi pengacara menyatakan simpati dan dukungannya terhadap penuntasan kasus ini.

“Dari LBH BMR pun dating dan siap mengawal kasus ini,” kata dia.

Ungkap Farida, pihaknya akan mengawal kasus tersebut untuk memastikan keadilan bagi korban. Beber dia, korban kini mendapat perawatan jalan.

“Jika dilihat ia masih depresi, sering terdiam, melamun, mengigil dan ketakutan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, saat ini korban mendapat penanganan intensif dari dokter kandungan karena alat vitalnya kerap mengeluarkan darah

Kronologi

Bunga (Nama samaran) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dari Kecamatan Poigar

diduga alami penganiayaan berat oleh suaminya. Sekujur tubuhnya penuh luka lebam.

Bunga pun mengalami depresi berat hingga harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang.

Informasi yang dihimpun Bolmora.com, awalnya ibu korban dikabari nenek mertua korban mengenai kondisi Bunga yang kesakitan akibat luka memar di tubuhnya. Kabar buruk itu datang saat beberapa hari menjelang akhir tahun.

Nenek mertua korban minta ibu Bunga segera menjemput anaknya di rumah mertuanya. Ia menyebut Bunga kerap dianiaya suaminya.

Ibu korban bergegas dan mendapati anaknya dalam kondisi nelangsa. Bunga seperti kebingungan, ketakutan dan sulit diajak berkomunikasi. Sekujur tubuhnya penuh luka lebam.

Ibu korban langsung membawa Bunga ke Polsek Poigar dan membuat laporan resmi.

Pihak Polsek menghubungi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Bunga lantas dibawa ke RSJ Ratumbuysang dan ditangani Psikolog.

Kemudian ia dibawa ke RS Kandou. Disana ia ditangani ahli bedah, ahli kandungan dan psikiater.

Kadis DP3A Farida Mooduto melalui Kabid Perlindungan Perempuan Ferry Kawuwung dan kasi Kesejahteraan Anak Rahmawati Gumohung mengatakan, korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis.

“Kami memutuskan korban harus dirawat di rumah sakit ratumbuysang dan kandou,” kata dia. Minggu (29/12/2019).

Di Ratumbuysang, sebut dia, korban ditangani psikolog. Sedang di RS Kandou, ditangani dokter ahli bedah dan kandungan. Karena korban alami tekanan psikologi berat, ia direncanakan menjalani sesi penanganan lanjutan oleh psikolog.

“Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata dia.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here