Kotamobagu

Fogging Hanya Membunuh Nyamuk Dewasa

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu terus memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu terlihat dengan intens dilakukannya fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu yang memiliki tingkat sanitasi buruk, seperti di Desa Poyowa Besar Satu Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jumat (20/1/2017) siang tadi.

“Fogging kita lakukan karena cuaca yang selalu hujan, sehingga perkembang-biakkan Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus sangat cepat. Selain itu, di sekitar lokasi fogging juga ada yang positif DBD,” terang Ahmad Yani Umar, Sekretaris Dinkes Kota Kotamobagu.

Menurutnya, fogging di wilayah positif DBD dilakukan dua kali berjarak radius 100 meter dari rumah yang ditempati masyarakat sakit.

“Harus diketahui, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Hal yang paling penting adalah, dengan 3M (Mengguras, Menutup dan Menimbun) areal sarang nyamuk, sehingga jentik nyamuk tidak berkembang,” ujarnya.

Dijelaskan, penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Nyamuk jenis ini tidak seperti nyamuk-nyamuk pada umumnya yang mencari makan di malam hari, tapi Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus umumnya menggigit di pagi sampai sore hari menjelang petang.

“Jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus sering ditemukan pada air selokan yang tidak mengalir, kolam, waduk, atau kamar mandi di rumah kita. Itu artinya, serangga ini menjadikan air yang tenang sebagai media untuk berkembang biak. Olehnya, rajin-rajinlah melakukan 3M,” imbau Yani.(me2t)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button